Para pekerja Muslim di Brasil melaporkan buruknya kondisi kerja di rumah pemotongan hewan halal, milik perusahaan makanan terbesar dinegara itu.
Kasus terakhir menimpa seorang pengungsi Afghanistan, Mahmoud, yang dipecat karena mengeluh jam kerja terlalu panjang.
Di rumah pemotongan hewan itu, Mahmoud harus menyembelih 75 ayam satu menit dengan cara halal.
"Menghapus keringat saja tidak mungkin," kata Mahmoud bercerita tentang kondisi kerja di RPH itu.
Saat ini, Mahmoud tengah menantikan keputusan dari Komisi Nasional untuk Pengungsi terkait permintaan suakanya dan ia mendapat bantuan makanan dari organisasi keagamaan dan siapapun yang bersedia membantunya.
Mahmoud lari dari Afghanistan melalui Pakistan untuk menghindari kejaran Taliban.
Ia membayar US$5.000 kepada penyelundup yang menjanjikan akan mengirimkannya ke negara yang lebih aman.
"Mereka mengatakan saya akan senang tinggal di Brasil, namun saya menjadi budak dan saya tinggal seperti pengemis," tambahnya.
Kerja 15 jam sehari
Selain Mahmoud, BBC Brasil juga mengontak dua pekerja lain yang juga mengalami kondisi kerja yang sama dengan Mahmoud.
Kedua pekerja ini termasuk di antara 24 pekerja asing di pabrik Sadia di kota Samabaian.
Sadia adalah bagian dari perusahaan BR, perusahaan makanan terbesar di Brasil.
Menurut Ricardo Ballarini, jaksa dari artibrase perburuhan, kondisi yang dialami para pekerja ini sama dengan perbudakan.
"Perusahaan ini mengambil keuntungan dari situasi rentan mereka dan ini sama saja dengan perbudakan," kata Ballarini.
Pihak penuntut menjatuhkan dakwaan atas kondisi kerja di pabrik ini.
Ballarini mengatakan pekerja asing bekerja selama 15 jam sehari tanpa kontrak resmi.
Menurut Biro Perdagangan Luar Negeri Brasil, ekspor ayam halal ke negara-negara Muslim mencapai US$5 miliar tahun 2011.
BBC Brasil mendapatkan foto tempat penginapan para buruh ini.
Para pekerja, yang kesemuanya beragama Islam, tinggal berdelapan dalam satu kamar dan makan di lantai.
Menurut Kamar Dagang Arab Brasil, saat ini hanya ada tiga perusahaan yang memiliki sertifikasi halal.
Sumber: BBC Indonesia
Silahkan komentari: Perlakuan buruk di RPH halal Brasil pada kolom dibawah ini.
Kasus terakhir menimpa seorang pengungsi Afghanistan, Mahmoud, yang dipecat karena mengeluh jam kerja terlalu panjang.
Di rumah pemotongan hewan itu, Mahmoud harus menyembelih 75 ayam satu menit dengan cara halal.
"Menghapus keringat saja tidak mungkin," kata Mahmoud bercerita tentang kondisi kerja di RPH itu.
Saat ini, Mahmoud tengah menantikan keputusan dari Komisi Nasional untuk Pengungsi terkait permintaan suakanya dan ia mendapat bantuan makanan dari organisasi keagamaan dan siapapun yang bersedia membantunya.
Mahmoud lari dari Afghanistan melalui Pakistan untuk menghindari kejaran Taliban.
Ia membayar US$5.000 kepada penyelundup yang menjanjikan akan mengirimkannya ke negara yang lebih aman.
"Mereka mengatakan saya akan senang tinggal di Brasil, namun saya menjadi budak dan saya tinggal seperti pengemis," tambahnya.
Kerja 15 jam sehari
Selain Mahmoud, BBC Brasil juga mengontak dua pekerja lain yang juga mengalami kondisi kerja yang sama dengan Mahmoud.
Kedua pekerja ini termasuk di antara 24 pekerja asing di pabrik Sadia di kota Samabaian.
Sadia adalah bagian dari perusahaan BR, perusahaan makanan terbesar di Brasil.
Menurut Ricardo Ballarini, jaksa dari artibrase perburuhan, kondisi yang dialami para pekerja ini sama dengan perbudakan.
"Perusahaan ini mengambil keuntungan dari situasi rentan mereka dan ini sama saja dengan perbudakan," kata Ballarini.
Pihak penuntut menjatuhkan dakwaan atas kondisi kerja di pabrik ini.
Ballarini mengatakan pekerja asing bekerja selama 15 jam sehari tanpa kontrak resmi.
Menurut Biro Perdagangan Luar Negeri Brasil, ekspor ayam halal ke negara-negara Muslim mencapai US$5 miliar tahun 2011.
BBC Brasil mendapatkan foto tempat penginapan para buruh ini.
Para pekerja, yang kesemuanya beragama Islam, tinggal berdelapan dalam satu kamar dan makan di lantai.
Menurut Kamar Dagang Arab Brasil, saat ini hanya ada tiga perusahaan yang memiliki sertifikasi halal.
Sumber: BBC Indonesia
Silahkan komentari: Perlakuan buruk di RPH halal Brasil pada kolom dibawah ini.

